Agheelz Go Blog

Hai. Selamat datang di Agheelz Go Blog. Blog ini berisi tulisan-tulisan saya, beberapa sumbangan tulisan lain dari teman-teman, saran atau ide atau pendapat dan dari kumpulan hasil berburu berita. Karena saya juga senang memotret, saya juga tampilkan hasil memotret itu kedalam blog saya. Kritik atau saran atau ide saya terima dengan tabah.

Thursday, August 25, 2016

MENCARI LOKASI BAKSOS STERIL ANJING KUCING



               
Berawal dari beberapa komentar bernada protes yang mengatakan, “Kenapa sih baksos steril anjing kucing lebih banyak daerah timur dan selatan. Kenapa di pusat ga ada. Ini ga adil”! Yang dimaksud timur, selatan, pusat itu adalah Jakarta. Beberapa peserta baksos steril juga mengeluhkan hal yang sama dimana mereka tinggal di daerah Jakarta Pusat namun harus ke selatan atau ke timur bahkan sampai keluar wilayah Jakarta yaitu di Bekasi.
                Dari beberapa protes dan komentar, akhirnya saya berinisiatif mengadakan baksos steril kucing di wilayah Jakarta Pusat. Hal ini sayah diskusikan dengan para dokter hewan sebagai operator. Mereka menyetujui dan menyerahkan wewenang sepenuhnya kepada saya. Pertama sekali tentunya saya harus mencari tempat untuk kegiatan tersebut. Meski saya lahir dan besar di Pejompongan, Jakarta Pusat namun saya sudah lama tidak berkunjung ke tempat saya lahir atau sekadar mengunjungi teman-teman yang sebagian masih tinggal disana. Sudah 26 tahun sejak saya tinggalkan Pejompongan, pembangunan dimana-mana, teman-teman dan tetangga juga sudah banyak pindah. Pernah sekali waktu saya menghadiri reuni SMP di Pejompongan. Saya bingung karena pemandangannya sudah jauh berbeda termasuk sekolah saya dulu.
                Ada yang menyarankan saya untuk menghubungi seorang “cat lover” yang menurutnya waktu itu juga mencari baksos steril di wilayah Jakarta Pusat. Melalui akun facebook, saya berkenalan (sebut saja Bunda) dan mulai membicarakan masalah pencarian lokasi ini. Saya katakan bahwa kami (saya dan tim baksos steril) butuh tempat tertutup. Masalah uang kebersihan dan sebagainya, kami yang tanggung. Tempat pun tidak perlu mewah, berpenyejuk udara dan sebagainya. Yang penting tempat itu sebuah ruangan yang berpintu. Ruangan kelas pun jadilah. Bunda tampaknya sangat senang dan bersemangat sekali lalu menyanggupinya. Diluar dugaan ternyata dia menulis status yang intinya mencari orang atau cat lover yang bisa menyediakan tempat. Saya berpikir, kalau begitu saya pun bisa namun saya diam saja dan melihat perkembangan status itu. Komentar bermunculan dan hanya tulisan “up”.
                Kemudian ada sebuah usaha jasa antar jemput hewan kesayangan yang membutuhkan pengemudi. Bunda ini menuliskan sebuah komentar yang intinya menyesalkan usaha antar jemput itu karena kucingnya drop lalu mati setelah diantarkan. Bunda menyesalkan mengapa mengantarkan kucing dari Cinere ke Pasar Rumput yang jaraknya sangat jauh dengan sepeda motor sehingga kucingnya drop dan tidak lama mati. Pengusaha itu menjelaskan bahwa saat mengantarkan kucingnya ternyata sedang ada keramaian di daerah rumah Bunda sehingga mobil tidak bisa parkir. Selain itu ternyata rumahnya pun terletak didalam gang. Setelah mendapatkan tempat parkir, pengusaha itu memanggil ojek yang mengantarkannya ke seberang jalan dari tempat parkir itu. Jaraknya hanya sekitar 200 meter. Itu jarak yang ditempuh oleh ojek sepeda motor. Namun si Bunda itu tetap tidak menerimanya dan kembali menuliskan keluh kesahnya.
                Melihat komentar keluh kesahnya, beberapa orang lain mencoba meminta si Bunda itu melihat jawaban komentar si pengusaha dan membaca dengan teliti tentang penggunaan ojek pada saat itu. Namun si Bunda itu tetap menyalahkan pengusaha atau dengan kata lain kucingnya mati karena pengusaha jasa antar jemput itu mengantarkan dengan sepeda motor meski dari seberang jalan sekali pun. Selain itu si Bunda juga menyesalkan dokter hewan tempat kucing itu dirawat sebelumnya karena menyarankan penggunaan jasa antar jemput. Karena si Bunda tetap menyalahkan berbagai pihak dan tidak mau membaca jawaban dari pengusaha antar jemput, maka saya berinisiatif memotret jawabannya untuk kemudian ditambahkan di kolom komentar. Hal ini juga sebagai pemberitahuan kepada lainnya agar tidak bingung membaca berita menyesatkan.
                Entah karena koneksi jaringan internet saya yang memang kurang memadai alias alon-alon alias lambat alias meletot, ternyata sudah ada yang menambahkan foto hasil jawaban pengusaha antar jemput itu dan saya berada di urutan kolom komentar ketiga. Namun tiba-tiba si Bunda ini emosi dan memblokir akun facebook saya serta beberapa teman lain. Saya teringat dengan ide kerja sama dengannya yaitu mencarikan lokasi untuk baksos steril kucing. Melihat  adab polahnya seperti itu saya langsung mundur dan membatalkan ide kerja sama. Sebab bukan tidak mungkin sewaktu-waktu kami ada kesalah pahaman, dia akan langsung menghakimi, menyalahkan tanpa mau mendengar atau menerima penjelasan. Beberapa saat kemudian dia menuliskan status terkait yang menuliskan kata OGAH. Dia lupa bahwa sebelumnya dia menerima tawaran saya. 



        Saya dan tim terkejut terlebih operator yang saya beritahu menjadi tersinggung dan marah. Maaf, kami orang yang tahu diri. Tidak mungkin kami minta gratisan. Sebelumnya sudah dikatakan bahwa semua biaya yang keluar menjadi tanggungan kami dan rupanya benar dia tidak membaca atau tidak bias membaca. Banyak pula pengguna facebook yang mengatakan bahwa dia jahat, sering minta sumbangan dan status atau komentarnya selalu ngomel-ngomel tidak jelas.
Saya tidak pedulikan itu. Sekarang siapa yang butuh baksos steril? Atau mungkin sebaiknya di wilayah Jakarta Pusat tidak usah diadakan baksos steril kucing anjing sebab rata-rata orangnya berduit dan mampu ke klinik hewan untuk steril kucing anjing dengan biaya normal.