Agheelz Go Blog

Hai. Selamat datang di Agheelz Go Blog. Blog ini berisi tulisan-tulisan saya, beberapa sumbangan tulisan lain dari teman-teman, saran atau ide atau pendapat dan dari kumpulan hasil berburu berita. Karena saya juga senang memotret, saya juga tampilkan hasil memotret itu kedalam blog saya. Kritik atau saran atau ide saya terima dengan tabah.
Showing posts with label CEPLAS CEPLOS. Show all posts
Showing posts with label CEPLAS CEPLOS. Show all posts

Monday, March 30, 2020

Berobat Ke Klinik








Gara-gara tertusuk pecahan beling di telapak kaki, sayah terpaksa ke klinik pratama karena lukanya infeksi. Sayah merasa meriang panas dingin. Sayah yakin masih tersisa pecahan beling disana. Sudah malam dan klinik sepi meski buka 24 jam. Setelah mendaftar, sayah duduk di ruang tunggu. Hanya ada 4 orang pasien dewasa dan seorang ibu membawa bayi. Ibu dan bayinya masuk ke ruang praktik spesialis anak. Berarti sayah pasien terakhir malam itu. Hanya ada 2 ruang praktik dokter umum. Yang satu ruang tertulis nama dr. Anu dengan keterangan tutup yang artinya tidak praktik atau belum datang. Pasien dewasa ke 4 sudah masuk ke ruang praktik dan sayah sendiri di ruang tunggu.
Tiba-tiba pintu ruang praktik dr. Anu terbuka dan dokternya melongokkan kepala. Jas dokternya putih bersih menandakan dia baru saja datang. Pandangan kami beradu dan dia tersenyum mempersilahkan sayah masuk. Dalam hati sayah berpikir, tumben dokternya tidak didampingi asisten yang biasanya membantu tugas dokter memanggil pasien dan menyiapkan kebutuhannya. 
Dengan tertatih sayah masuk ke ruang praktiknya dan menutup pintu.
Dengan senyum ramah dokter menanyakan keluhan sayah. Sayah tunjukkan telapak kaki yang dibalut perban. Kagum, dokter itu sendiri yang membuka perban sayah. Tentu saja dia! Sebab tidak ada asisten di ruangan itu. Sayah dipersilahkan berbaring sementara sang dokter terdengar sibuk menyiapkan peralatan termasuk bius lokal. Dengan sopan sang dokter minta ijin untuk menginjeksi beberapa titik di sekitar telapak kaki sayah yang luka infeksi. Dokter menyayat dan mengorek luka dan ternyata ditemukan masih ada pecahan beling yang sangat kecil didalam luka. Setelah membersihkan luka dan memasukkan obat, dokter menjahit dan memasang perban. Setelah itu dokter menuliskan resep. Sayah pun keluar dari ruangan itu setelah mengucapkan terima kasih.
Sayah letakan resep di tempat penerimaan resep. Sebentar saja resep sayah sudah diambil. Sayah lihat apotekernya berkerut membaca resep. Sayah tersenyum karena sayah pikir pasti tulisan dokternya acak-acakan. Sayah perhatikan wajah sang apoteker dan tiba-tiba sayah khawatir sebab sang apoteker memanggil sayah kedalam.
Apoteker menanyakan kepada sayah apa yang dirawat. Kembali sayah tunjukkan kaki sayah yang diperban. Pandangan apoteker itu bergantian melihat antara kaki dan wajah sayah. Sayah mulai merasa tidak nyaman apalagi saat apoteker itu melihat ke ruang praktik dr. Anu dengan tulisan yang terpampang dibawah namanya: tutup.
Sudah dua kali sang apoteker bertanya dan minta kepastian jawaban sayah benarkah sayah sudah masuk ke ruang praktik dr. Anu. Dengan nada sedikit kesal sayah katakan bahwa dokternya sendiri yang mempersilahkan sayah masuk.
"Memangnya kenapa sih?", tanya sayah kesal karena malam sudah semakin larut dan sayah ingin segera pulang.
"Maaf ya tapi dr. Anu sudah meninggal..."
"Yang benar saja! Ini loh kaki sayah tadi dijahit sama dokter itu!", kata sayah tambah kesal.
Beberapa perawat dan asisten apoteker lainnya mendekat ke arah kami. Mereka menunjukkan mimik wajah beraneka. Ada yang melongo, komat kamit membaca doa, dan terkejut.
Karena sayah tetap bersikukuh bahwa dr. Anu yang barusan merawat sayah maka diantar perawat dan apoteker itu menuju ruang praktik dr. Anu. Perawat mengambil kunci pintu dan membukanya. Ruangan itu gelap lalu lampu dinyalakan. Tidak ada siapa pun di ruangan itu. Lemari obat pun tertata rapi dan tidak ada bekas air di wastafel tempat cuci tangan. 
Dengkul ini rasanya lemas sampai seorang perawat lelaki menahan tubuh sayah dan menarikkan sebuah kursi yang lalu sayah menjatuhkan diri di kursi.
"Kapan meninggalnya? Apakah karena covid19?", tanya sayah lemah.
"Kemarin malam dan bukan karena covid19 tetapi karena kecelakaan...", kata seorang perawat.
Sayah minta resepnya dan sayah membacanya. Disitu jelas tertulis dengan tulisan rapi obat untuk sayah lalu tanda tangan sang dokter. Sayah tidak tahu harus bicara apa lagi. Sayah minta obatnya yang segera diberikan. Lalu dokter dari ruang praktik sebelah dan dokter spesialis anak pun keluar dari ruangannya. Mereka menggenggam tangan sayah. Salah seorang dari mereka memberikan sayah minum.
Karena gugup, sayah tersedak dan terbatuk.
Disitulah sayah terbangun...

Thursday, August 25, 2016

MENCARI LOKASI BAKSOS STERIL ANJING KUCING



               
Berawal dari beberapa komentar bernada protes yang mengatakan, “Kenapa sih baksos steril anjing kucing lebih banyak daerah timur dan selatan. Kenapa di pusat ga ada. Ini ga adil”! Yang dimaksud timur, selatan, pusat itu adalah Jakarta. Beberapa peserta baksos steril juga mengeluhkan hal yang sama dimana mereka tinggal di daerah Jakarta Pusat namun harus ke selatan atau ke timur bahkan sampai keluar wilayah Jakarta yaitu di Bekasi.
                Dari beberapa protes dan komentar, akhirnya saya berinisiatif mengadakan baksos steril kucing di wilayah Jakarta Pusat. Hal ini sayah diskusikan dengan para dokter hewan sebagai operator. Mereka menyetujui dan menyerahkan wewenang sepenuhnya kepada saya. Pertama sekali tentunya saya harus mencari tempat untuk kegiatan tersebut. Meski saya lahir dan besar di Pejompongan, Jakarta Pusat namun saya sudah lama tidak berkunjung ke tempat saya lahir atau sekadar mengunjungi teman-teman yang sebagian masih tinggal disana. Sudah 26 tahun sejak saya tinggalkan Pejompongan, pembangunan dimana-mana, teman-teman dan tetangga juga sudah banyak pindah. Pernah sekali waktu saya menghadiri reuni SMP di Pejompongan. Saya bingung karena pemandangannya sudah jauh berbeda termasuk sekolah saya dulu.
                Ada yang menyarankan saya untuk menghubungi seorang “cat lover” yang menurutnya waktu itu juga mencari baksos steril di wilayah Jakarta Pusat. Melalui akun facebook, saya berkenalan (sebut saja Bunda) dan mulai membicarakan masalah pencarian lokasi ini. Saya katakan bahwa kami (saya dan tim baksos steril) butuh tempat tertutup. Masalah uang kebersihan dan sebagainya, kami yang tanggung. Tempat pun tidak perlu mewah, berpenyejuk udara dan sebagainya. Yang penting tempat itu sebuah ruangan yang berpintu. Ruangan kelas pun jadilah. Bunda tampaknya sangat senang dan bersemangat sekali lalu menyanggupinya. Diluar dugaan ternyata dia menulis status yang intinya mencari orang atau cat lover yang bisa menyediakan tempat. Saya berpikir, kalau begitu saya pun bisa namun saya diam saja dan melihat perkembangan status itu. Komentar bermunculan dan hanya tulisan “up”.
                Kemudian ada sebuah usaha jasa antar jemput hewan kesayangan yang membutuhkan pengemudi. Bunda ini menuliskan sebuah komentar yang intinya menyesalkan usaha antar jemput itu karena kucingnya drop lalu mati setelah diantarkan. Bunda menyesalkan mengapa mengantarkan kucing dari Cinere ke Pasar Rumput yang jaraknya sangat jauh dengan sepeda motor sehingga kucingnya drop dan tidak lama mati. Pengusaha itu menjelaskan bahwa saat mengantarkan kucingnya ternyata sedang ada keramaian di daerah rumah Bunda sehingga mobil tidak bisa parkir. Selain itu ternyata rumahnya pun terletak didalam gang. Setelah mendapatkan tempat parkir, pengusaha itu memanggil ojek yang mengantarkannya ke seberang jalan dari tempat parkir itu. Jaraknya hanya sekitar 200 meter. Itu jarak yang ditempuh oleh ojek sepeda motor. Namun si Bunda itu tetap tidak menerimanya dan kembali menuliskan keluh kesahnya.
                Melihat komentar keluh kesahnya, beberapa orang lain mencoba meminta si Bunda itu melihat jawaban komentar si pengusaha dan membaca dengan teliti tentang penggunaan ojek pada saat itu. Namun si Bunda itu tetap menyalahkan pengusaha atau dengan kata lain kucingnya mati karena pengusaha jasa antar jemput itu mengantarkan dengan sepeda motor meski dari seberang jalan sekali pun. Selain itu si Bunda juga menyesalkan dokter hewan tempat kucing itu dirawat sebelumnya karena menyarankan penggunaan jasa antar jemput. Karena si Bunda tetap menyalahkan berbagai pihak dan tidak mau membaca jawaban dari pengusaha antar jemput, maka saya berinisiatif memotret jawabannya untuk kemudian ditambahkan di kolom komentar. Hal ini juga sebagai pemberitahuan kepada lainnya agar tidak bingung membaca berita menyesatkan.
                Entah karena koneksi jaringan internet saya yang memang kurang memadai alias alon-alon alias lambat alias meletot, ternyata sudah ada yang menambahkan foto hasil jawaban pengusaha antar jemput itu dan saya berada di urutan kolom komentar ketiga. Namun tiba-tiba si Bunda ini emosi dan memblokir akun facebook saya serta beberapa teman lain. Saya teringat dengan ide kerja sama dengannya yaitu mencarikan lokasi untuk baksos steril kucing. Melihat  adab polahnya seperti itu saya langsung mundur dan membatalkan ide kerja sama. Sebab bukan tidak mungkin sewaktu-waktu kami ada kesalah pahaman, dia akan langsung menghakimi, menyalahkan tanpa mau mendengar atau menerima penjelasan. Beberapa saat kemudian dia menuliskan status terkait yang menuliskan kata OGAH. Dia lupa bahwa sebelumnya dia menerima tawaran saya. 



        Saya dan tim terkejut terlebih operator yang saya beritahu menjadi tersinggung dan marah. Maaf, kami orang yang tahu diri. Tidak mungkin kami minta gratisan. Sebelumnya sudah dikatakan bahwa semua biaya yang keluar menjadi tanggungan kami dan rupanya benar dia tidak membaca atau tidak bias membaca. Banyak pula pengguna facebook yang mengatakan bahwa dia jahat, sering minta sumbangan dan status atau komentarnya selalu ngomel-ngomel tidak jelas.
Saya tidak pedulikan itu. Sekarang siapa yang butuh baksos steril? Atau mungkin sebaiknya di wilayah Jakarta Pusat tidak usah diadakan baksos steril kucing anjing sebab rata-rata orangnya berduit dan mampu ke klinik hewan untuk steril kucing anjing dengan biaya normal.

Tuesday, February 4, 2014

COPY PASTE PARADIGMA DAN KONTRIBUSI


            Berawal dari keinginan turut meramaikan sebuah komunitas reptil (sebut saja komunitas reptil merah) dengan postingan dari laman penggemar di situs media social facebook yang menuliskan sebuah pertanyaan “dari mana kenal komunitas merah ini?” dan diakhiri dengan jargon: “merubah paradigma masyarakat”. Karena keinginan turut meramaikan laman penggemar (fans page) itu, maka di kolom komentar ditulislah sebuah komen pertanyaan: “paradigma itu apa sih kak?”. Lama tidak ada jawaban, bahkan yang sudah tahu pun tidak mau menjawab. Karena merasa diacuhkan, maka ditanyakanlah hal tersebut didalam sebuah grup komunikasi whatsapp dari komunitas merah itu.
Semua anak memiliki kontribusi masing-masing saat memasang kandang terbuka untuk burung liar meski pun hanya memberi arahan dari bawah.

            Saat ditanyakan mengapa tidak ada yang menjawab soal “paradigma” dan mengapa mirip dengan komunitas sejenis lain (sebut saja komunitas reptil biru) yang pertama kali menggunakan jargon “merubah paradigma” maka jawaban bermunculan. Ada jawaban yang menyalin dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, lengkap. Ada yang malah bertanya balik, “masa tidak tahu paradigma?”.
            Bukan jawaban didalam grup komunikasi whatsapp yang diinginkan tetapi menjawab di kolom komentar dari tulisan di laman penggemar (fans page) karena yakin bahwa tidak semua orang tahu arti kata “paradigma”. Sambil menunggu komunitas merah menjawab di laman penggemarnya, dituliskanlah pertanyaan sama tentang arti kata paradigma di komunitas biru yang pertama kali menggunakan kata “merubah paradigma” tersebut. Di laman penggemar komunitas biru itu ternyata pertanyaan langsung dijawab oleh pengurus laman. Hal ini berarti tidak hanya jargon saja tetapi komunitas reptil biru itu memang benar-benar mengerti tentang si paradigma itu tadi dan bermurah hati langsung menjawab meski pun mungkin sudah ratusan bahkan ribuan orang yang bertanya tentang paradigma. Setelah keributan di grup whatsapp, baru ada yang menjawab pertanyaan paradigma di kolom komentar di laman penggemar komunitas merah tersebut. Entah ketakutan terhadap apa atau siapa atau malu terhadap apa atau siapa sehingga pengurus laman penggemar komunitas reptil merah itu enggan segera menjawab di laman penggemar situs media sosial facebook.
Selain dari itu juga, komunikasi didalam grup whatsapp komunitas reptil merah akhirnya menjadi bias karena melenceng jauh dari pokok bahasan awal yaitu pertanyaan tentang paradigma. Ada yang menyarankan googling sendiri yaitu mencari arti kata paradigma di google, ada yang bertanya “mengapa tidak bertanya dulu secara personal?”, ada yang menyuruh membuat laman penggemar sendiri, ada yang bertanya “mau menyerang komunitas biru atau merah?”, ada yang bertanya “selama ini ngapain aja jadi pengurus di komunitas reptil biru?” dan terakhir ada yang bertanya “selama ini sudah kontribusi apa di komunitas reptil merah. Kalau tidak ada kontribusi mendingan ga usah protes yang tidak berguna”.
Untuk yang menyuruh mencari sendiri arti kata “paradigma” melalui google dan bertanya secara personal tentunya dapat dimaklumi bahwa kemungkinan memang tidak mengerti maksud dari “ikut meramaikan laman penggemar” meski pun di sebuah grup dia termasuk cukup aktif. Untuk yang bertanya mengapa tidak membuat laman penggemar sendiri, pastinya tidak mengerti untuk apa laman penggemar dibuat. Apakah setiap ingin bertanya dan menjawab pertanyaan harus selalu membuat sebuah laman penggemar di situs media facebook? Untuk pertanyaan serang menyerang suatu komunitas terkesan kekanakan sekali. Semua anggota komunitas atau kelompok rata-rata ingin agar kelompoknya diakui di masyarakat. Entah apakah komunitas itu bermanfaat untuk masyarakat atau golongan tertentu.
Untuk pertanyaan selama ini ngapain aja jadi pengurus di komunitas reptil biru tentunya sangat melebar dari pokok bahasan. Diibaratkan begini: ada seorang murid sekolah dasar yang bertanya kepada sebuah komunitas reptil yang sedang mengadakan edukasi pengenalan reptil di sebuah sekolah dasar bernama facebook. Komunitas reptil merah tersebut bukannya memberikan jawaban tetapi malah memarahi si murid yang tidak tahu itu dengan pertanyaan balik: “masa kamu ga tau, selama ini ngapain aja kamu sekolah?”

Semua anak mempunyai kontribusi masing-masing saat membuat kincir kertas meski hanya memilih warna kertas origami.

Untuk pertanyaan tanpa kontribusi tidak usah protes yang tidak berguna, sungguh membuat sang penanya berpikir kembali. Apa yang dimaksud dengan kontribusi? Apakah si anggota komunitas reptil merah itu mengerti dengan melempar pertanyaan tentang kontribusi? Padahal boleh dikata jumlah penggemar laman penggemar (fans page) komunitas reptil merah itu meningkat dengan hanya tekan “LIKE” atau “SUKA” dan para pengguna akun facebook hanya berkontribusi dengan menekan tombol itu. Boleh dikata, para penggemar yang membuat jumlah penggemar meningkat tidak diakui kontribusinya. Lalu adakah protes yang tidak berguna? Apakah penggemar tidak boleh protes atau mengkritik? Baiklah, berarti tidak menerima protes dan kritik.

        Setelah keributan yang menjadi bias di grup whatsapp komunitas reptil merah tersebut, lalu dibuat semacam “konfirmasi” kepada si penanya. Si penanya disuruh untuk saling memaafkan. Si penanya mohon maaf atas kontribusinya selama ini yang ternyata benar-benar sama sekali tidak dianggap dan membuat kecewa sekaligus terperangah atas komunitas reptil merah tersebut.

  • Maafkan jika menjadi anggota komunitas reptil merah.
  • Maafkan jika membayar uang kas komunitas reptil merah.
  • Maafkan jika menyumbang uang atau barang kepada komunitas reptil merah.
  • Maafkan jika membeli atribut seperti baju atau kaos komunitas reptil merah.
  • Maafkan jika mengundang orang-orang untuk menggemari fans page komunitas reptil merah.
  • Maafkan jika ikut aktif edukasi ke sekolah-sekolah atau tempat lainnya bersama komunitas reptil merah.
            Setelah menyampaikan maaf itu, lalu ada yang menyatakan bahwa orang yang menanyakan “kontribusi” itu bukanlah anggota komunitas reptil merah. Itu adalah solidaritas semu. Apakah yang bersangkutan si penanya kontribusi itu tahu jika dia tidak dianggap anggota komunitas reptil merah? Entahlah. Yang jelas permintaan maaf atas nama “si penanya kontribusi” itu ditolak. Mudah untuk meminta maaf tetapi tidak mudah untuk memahami atau mengerti.
            Sekarang timbul pemikiran, jika kita ingin membuat suatu pernyataan yang diambil dari sumber lain hendaklah mengerti betul artinya. Contohnya adalah copy paste jargon “merubah paradigma” sehingga jika ada yang bertanya setidaknya bisa menjawab atau mengarahkan langsung ke sumbernya. Jadi jangan sampai orang yang tidak mengerti menilai bahwa komunitas atau golongan itu seperti “tong kosong nyaring bunyinya”.
     Setiap orang memiliki kontribusinya sendiri-sendiri baik itu dalam kehidupan bermasyarakat maupun berorganisasi. Sebaiknya kontribusi seseorang terlebih yang berperan aktif tidak perlu dipertanyakan sebab tentunya akan muncul jawaban yang bias. Dilain pihak timbul rasa kasihan kepada para kontributor "jempol" alias orang-orang yang sudah tekan "SUKA" atau "LIKE" di fans page alias laman penggemar di situs media sosial facebook sebab kontribusi mereka sama sekali tidak dianggap.
          Kemudian kondisi jadi berbalik ketika sebagian anggota komunitas reptil merah itu beramai-ramai menyerang si penanya dengan menyebutkan egois, minta pendapatnya paling benar, salah cara bertanya, sampai tidak ada yang membela. Dan sekarang si penanya adalah penjahatnya. Semua itu hanya berawal dari keinginan si penanya "meramaikan" laman penggemar alias fans page di facebook dengan bertanya. "paradigma itu apa sih kak?"

Wednesday, May 8, 2013

Cara Melihat Kontak Whatsapp Yang Diblocked Teman

Saat ini banyak yang sudah menggunakan aplikasi whatsapp messenger. Biasanya jika teman menggunakan whatsapp maka nomor teleponnya yang ada di daftar kontak kita secara otomatis menunjukkan aplikasi whatsapp. Tetapi bagaimana caranya mengetahui kalau kontak whatsapp kita diblocked teman? Mudah saja. Kita lihat penunjuk waktu yang ada dibawah nama teman kita. Jika tidak terlihat penunjuk waktunya sudah dipastikan jika teman memblokir whatsapp kita. Supaya lebih yakin lagi, coba kirim pesan. Maka tanda pesan itu hanya terlihat satu contreng saja. Kurang yakin? Coba kita gunakan nomor lain dan lihat nomor kontaknya. Jika sudah ada nomor kontaknya di ponsel kita yang lain lebih mudah lagi dimana nomor kita yang tidak di blocked akan terlihat jika whatsapp teman kita aktif dengan melihat penunjuk waktunya. Nah, mudah bukan? Jika sudah yakin jika kita diblocked teman kita, lebih baik hapus saja nomor kontaknya. Buat apa kita lihat whatsapp teman yang tidak mau dikontak oleh kita? Selain itu juga bisa menghemat memori ponsel.
Sebelah kiri adalah whatsapp yang tidak diblocked teman. Sebelah kanan adalah whatsapp yang diblocked teman.

Tuesday, April 16, 2013

Pahlawan Dan Opera Elit Militer Untuk Masyarakat


13661239651506411315
Mungkin ada yang mengalami secara langsung dan berada di lokasi saat kerusuhan 14 Mei 1998 di Jakarta. Atau mungkin ada yang mengalami tidak langsung tetapi terkena imbasnya. Masyarakat Jakarta saat itu dilanda kecurigaan, was-was, ketakutan akan sesuatu yang tidak pasti. Banyak yang mengira akan terjadi kudeta terhadap pemimpin saat itu, Presiden Soeharto meski akhirnya presiden memutuskan untuk berhenti menjadi kepala negara dan memerintah negara.

     Saat kerusuhan Mei 1998 itu, masyarakat khususnya mahasiswa berhadapan dengan aparat negara seperti polisi dan TNI AD dalam hal ini kopassus. Moncong senjata api mengarah kepada rakyat dan entah dari mana asalnya tembakan-tembakan yang membungkam para demonstran. Membungkam mahasiswa selama-lamanya. Polisi dan TNI AD melindungi kepentingan penguasa dan pejabat. Suasana benar-benar kacau dan anarkis terjadi dimana-mana.

     Setelah kacau melanda Jakarta, lalu muncul TNI AL menebarkan pesona dengan senyum simpatik. Di darat mereka menurunkan marinir sedangkan di laut, kapal perang mereka dari armaritim menunggu. Tank dan panser memasuki Jakarta lengkap dengan persenjataan berat. Para marinir itu tidak mengarahkan moncong senjata apinya ke rakyat tetapi menyelempangnya ke belakang. Dengan senyum simpatik menenangkan demonstran dan warga Jakarta serta senjata yang diselempang ke belakang, mereka membelakangi demonstran dan saling berhadapan muka dengan kopassus yang memegang senjata di depan. Beberapa anggota marinir bahkan tidak membawa senjata. Suatu peristiwa yang langka yang disaksikan demonstran dan warga Jakarta serta disiarkan melalui beberapa media televisi.

    Jadi korps marinir bisa menenangkan warga Jakarta dan dengan cepat mendapat tempat di hati masyarakat pada saat itu. Bukan hanya warga Jakarta yang merasa ”dekat” dengan marinir tetapi juga hampir seluruh masyarakat Indonesia sebab kerusuhan terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Apakah ini hanya permainan opera para elit penguasa dan militer? Jika ya, maka mereka sudah berhasil memainkan opera tersebut. Selama beberapa tahun, warga Jakarta selalu mengingat pahlawan mereka yaitu marinir. Banyak pemuda yang ingin menjadi anggota TNI AL, para ibu menginginkan anak lelakinya menjadi marinir, dan para gadis mengharapkan mendapat pacar dari marinir. Tidak berlebihan memang sebab saat itu marinir benar-benar masuk kedalam hati dan pikiran mereka. Lalu kopassus dari TNI AD masuk kotak, selesai. Tidak ada yang menganggapnya lagi. Tidak ada yang sudi membicarakannya. Saat itu, marinir adalah pahlawan.

    Bertahun-tahun kemudian masyarakat dikejutkan dengan penyerangan pos polisi yang dilakukan anggota TNI AD pada 7 Maret 2013 di Ogan Komering Ulu, Palembang. Hal itu karena anggota polisi lalu lintas dengan ringannya melepaskan tembakan yang mengenai tubuh korban yang kebetulan anggota TNI AD. Korban tembak seorang anggota TNI AD, Pratu Heru akhirnya meninggal dunia. Teman-teman anggota TNI AD tidak menerima perlakuan polisi tersebut dan menuntut untuk diproses secara hukum dengan cepat. Entah mengapa para anggota TNI AD itu tidak percaya dengan pelaksanaan hukum dan kebetulan polisi juga gagal menghadirkan pelaku. Puluhan anggota TNI AD dengan pakaian loreng mengendarai sepeda motor dan truk mendatangi polres OKU ingin menanyakan kasus teman mereka yang tewas. Merasa tidak mendapatkan jawaban memuaskan akhirnya pos polisi resor tersebut dibakar dan beberapa mobil polisi ikut dihancurkan. Tercatat 4 orang polisi ditusuk dan salah seorang diantaranya adalah Kapolres dalam kondisi kritis.

     Belum seutuhnya reda kasus di Ogan Komering Ulu, Palembang Sumatera Selatan, masyarakat dikejutkan lagi dengan kasus dibunuhnya 4 tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman Jogjakarta. Ke-4 tahanan itu diketahui warga Jogja sebagai preman yang kerap meresahkan warga terutama terkait narkoba. Lalu setelah melalui beberapa tudingan bahkan ada yang menyebutkan ulah dari sesama polisi juga, muncullah 11 orang anggota kopassus yang mengakui perbuatan mereka dan mengaku akan mempertanggung jawabkan tindakan mereka. Hal ini dipicu pembalasan dendam terhadap rekan anggota kopassus mereka Serka Heru Santoso yang dikeroyok dan ditikam hingga tewas di Hugo’s Cafe pada 19 Maret 2013.

     Reaksi warga Jogja beragam tetapi umumnya mereka menganggap 11 orang anggota kopassus itu sebagai pahlawan. Spanduk dan baliho bertebaran di jalan-jalan mendukung kopassus. Belum lagi status pengguna akun di beberapa situs pertemanan yang jelas menyatakan jika kopassus itu pahlawan. Orang-orang yang merupakan keluarga atau teman dari anggota kopassus merasa bangga. Bahkan orang yang tidak ada hubungan apa pun dengan kopassus ikut menyatakan dukungan dan menganggap mereka sebagai pahlawan. Dan anggapan mereka sebagai pahlawan itu menyebar hampir ke seluruh Indonesia. Kopassus dan TNI AD sekarang sedang diatas angin. Masyarakat sudah lupa dengan kejadian Mei 1998 lalu.

     Lalu dengan memanfaatkan beberapa kejadian itu, para pemimpin partai yang kebetulan juga berasal dari TNI AD dan kebetulan sekali juga berasal dari kopassus tiba-tiba saja terlihat sibuk sana sini. Mereka tidak menyatakan apa pun tentang kasus itu. Tidak berpendapat sebab biarlah masyarakat yang menyimpulkan sendiri mungkin demikian pikir mereka. Jangan lupa, jelang tahun 2014 adalah pemilihan presiden. Kini kopassus sedang bangkit menarik simpati masyarakat, lupakan marinir. Masyarakat seolah digiring kepada permainan elit militer. Siapakah nanti yang berhak menjadi presiden atau kepala negara?

     Mungkin saat ini masyarakat sedang demam pahlawan, demam kopassus dan tentunya ini harus dijaga dengan baik jangan sampai nanti akan hilang lagi. Jadi, masyarakat sekarang sedang menantikan pertunjukan opera selanjutnya. Dan masyarakat nanti yang akan memilih, opera dari mana yang akan ditonton atau bahkan masyarakat ikut pula menjadi pelakon didalam opera itu. Lupakan marinir. Nanti saja kalau terjadi suatu kerusuhan atau mungkin memang dibuat kerusuhan, keluarkan lagi marinir dan TNI AL. Lagi pula seperti awal pembentukan mereka yang berkiblat kepada USN (United State Navy) mereka hanya tunduk kepada perintah komandannya, KASAL, bukan kepada Panglima TNI.


Saturday, December 22, 2012

Yang tersisihkan...

Kita sering menyepelekan uang yang nilai nominalnya kecil seperti Rp.50 sampai Rp.1000.
Bahkan uang kertas Rp.1000 sering dijumpai didalam kotak amal masjid.
Berapa pun jumlah uang yang dimiliki, jika kekurangan mereka sudah pasti nilainya tidak sama...






Friday, December 21, 2012

Budaya Memelihara Ular Bagi Kaum Perempuan



l
13560724082010146149
Lydia Apririasari salah seorang pendiri komunitas ular sioux sedang memberikan pengetahuan tentang ular.
     Dunia ular adalah dunia lelaki? Umumnya orang berpandangan demikian terutama bagi kaum perempuan. Mereka akan menjerit-jerit ketakutan minimal melarikan diri dan berteriak minta tolong saat kebetulan ada ular nyelonong kedalam rumahnya. Banyak alasan kaum perempuan untuk menghindari ular diantaranya merasa geli, jijik dan memang takut. Entah takut yang dimaksud itu adalah takut digigit, takut karena berbisa sampai takut yang berlebihan tanpa alasan.

     Takut terhadap ular ternyata tidak saja dialami kaum perempuan karena ternyata kaum lelaki pun banyak yang takut. Bedanya takut antara kaum perempuan dengan kaum lelaki cukup jauh. Kaum perempuan meski pun takut tetapi tidak akan sampai hati melukai apalagi membunuh ular dibandingkan kaum lelaki. Dalam hal melukai atau membunuh ini kaum lelaki lebih menunjukkan sifat ”superior” nya sedangkan kaum perempuan lebih menunjukkan sifat lemah lembut dan tidak tega.

     Seiring dengan perkembangan jaman, ternyata saat ini dunia ular sudah tidak didominasi kaum lelaki. Banyak sudah kaum perempuan yang bukan saja menceburkan diri kedalam dunia perularan tetapi bisa dikatakan tenggelam disana. Bahkan ada seorang perempuan yang mendirikan suatu komunitas ular dimana justru banyak anggotanya dari kaum lelaki. Tentunya ini merupakan suatu prestasi tersendiri bagi para pemerhati dan penyayang ular.

     Bagi perempuan, membangun sebuah komunitas penyayang ular tentunya tidak semudah menggerakan bibir ke kiri atau ke kanan. Terutama membuat ular menjadi satwa kesayangan dan patut disayang seperti halnya satwa kucing atau anjing bukanlah sebuah budaya di masyarakat umum. Peran sosial dan penilaian masyarakat turut menentukan keabsahan kaum perempuan memelihara ular. Selain itu tentunya sebagai pendiri komunitas ular dituntut juga untuk memiliki ilmu  tentang perularan tersebut. Sebab tanpa memiliki ilmu tentang perularan bukan mustahil terjadi kecelakaan saat sedang memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang ular.
     Saat ini memelihara ular bagi kaum perempuan tidak hanya melulu sebagai gaya hidup tetapi sudah mulai menjurus kepada budaya. Karena jika kaum perempuan itu seorang ibu dan kebetulan mempunyai anak perempuan, maka apa yang dilakukan oleh ibu cenderung dilakukan juga oleh anak perempuannya. Dan faktanya, semakin banyak kaum perempuan yang memelihara ular mulai dari ular kecil, ular besar, sampai yang berbahaya dan berbisa. Hal ini membuktikan  satu lagi budaya yang berkembang di masyarakat adalah mencoba memberikan penghargaan kepada perempuan bahwa mereka pun bisa masuk kedalam dunia ular yang didominasi kaum lelaki.

http://sosbud.kompasiana.com/2012/12/21/budaya-memelihara-ular-bagi-kaum-perempuan-517841.html

Tuesday, September 25, 2012

Berakit-rakit Ke Hulu, Berenang-renang Ke Tepian Untuk Puteri dan Pangeran




            Saat kita kecil mungkin sebagian pernah menonton film kartun atau membaca cerita tentang puteri dan pangeran. Semua dongeng dan cerita itu kebanyakan berakhir dengan bahagia meski pun pada awalnya sang puteri selalu mendapatkan kesusahan.
            Seorang teman merasa kesal dengan cerita-cerita puteri dan pangeran. Menurutnya semua cerita itu pasti berakhir tentang laki-laki. Sepertinya laki-laki itu sesuatu yang pantas didapatkan perempuan. Intinya, laki-laki adalah makhluk berharga yang harus diraih dengan bekerja keras. Dimaklumi jika teman saya kesal karena dia perempuan.
            Cerita atau dongeng puteri yang dibuat film entah itu kartun atau animasi atau bahkan dibuat drama pertunjukan teater memang terkesan mendambakan pangeran, kita sebut saja pangeran impian. Cerita puteri bertemu pangeran yang paling banyak dan mungkin pertama kali dibuat film kartun adalah dari Walt Disney. Penemu tokoh kartun Mickey tikus itu sohor sebagai pembuat film kartun yang melegenda. Benarkah cerita puteri bertemu pangeran itu ada dalam kehidupan sehari-hari?
            Bagi sebagian anak perempuan mungkin pernah atau tahu cerita puteri, sebut saja Cinderella alias Upik Abu. Cinderella terpaksa tinggal bersama ibu dan dua orang saudara tirinya karena ibunya meninggal dan ayahnya menikah lagi dengan janda beranak dua yang kebetulan dua-duanya perempuan. Setelah ayahnya meninggal, Cinderella yang masih keturunan bangsawan itu terpaksa menjadi pengurus rumah tangga karena takut oleh ibu dan saudara tirinya. Namun di akhir cerita Cinderella bertemu dengan pangeran dan menikah. Dengan dinikahi pangeran maka terbebas semua deritanya.
            Bukan hanya puteri atau keturunan bangsawan, pun ada cerita tentang perempuan Indian yang menolong seorang laki-laki kulit putih dan membuat si laki-laki itu jatuh cinta padanya. Namun demikian laki-laki kulit putih itu tidak menikahinya karena dibunuh oleh laki-laki Indian yang juga jatuh cinta kepada si perempuan. Tetapi perempuan Indian itu tidak menikah dengan laki-laki Indian melainkan dengan laki-laki kulit putih lain yang lalu memboyongnya ke Eropa. Itu semua sebenarnya adalah cerita benar terjadi dan bukan dongeng sebelum tidur atau dongeng dalam film kartun. Perempuan Indian itu bernama Pocahontas.
            Bukan pula melulu cerita tentang puteri dan pangeran. Bagi umat nasrani pasti pernah mendengar cerita tentang Santa Klaus atau Sinter Klas yang akan datang memberikan hadiah pada saat menjelang natal jika anak-anak tidak nakal, rajin membantu orang tua, atau rajin belajar. Selama bertahun-tahun anak itu menantikan kedatangan Santa Klaus dengan harap-harap cemas apakah selama ini mereka tidak nakal. Terakhir tentunya mereka menerima hadiah-hadiah yang disembunyikan seakan hadiah itu diberikan oleh Santa. Kenyataan sebenarnya hadiah itu diberikan oleh orang tuanya yang sudah menilai apakah anaknya pantas diberikan hadiah.
            Apa yang dilihat teman saya itu memang kelihatannya hanya melulu tentang berakhir dengan laki-laki. Padahal banyak hal yang luput dari perhatiannya. Salah satunya adalah apa yang sering kita dengar tentang pepatah berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Dan kebetulan saja pembuat film kartun sekelas Walt Disney menggunakan simbol-simbol puteri dan pangeran.
            Dalam simbol-simbol puteri dan pangeran itu diceritakan bagaimana orang harus menjalani sesuatu yang menuntutnya bekerja keras jika ingin mencapai sukses. Sebab kesuksesan itu sepertinya sulit untuk diraih seperti kita menjentikkan jari. Terlebih lagi jika kita tidak punya modal materi untuk meraih sukses. Modal yang kita punya hanya niat dan kesungguhan. Mempunyai modal materi pun tidak berarti langsung meraih sukses yang dicita-citakan karena tentunya harus memutar modal itu agar berkembang.
            Jadi apa pun jenis cerita, dongeng atau film sekali pun tentunya ada suatu pesan yang ingin disampaikan. Tergantung bagaimana kita menyikapinya dengan pandangan yang benar-benar jeli. Karena jika pesan yang disampaikan secara langsung sudah tentu tidak akan menarik untuk dilihat apalagi didengarkan.

Wednesday, August 29, 2012

Facebook error? Facebook hilang? Tidak bisa buka facebook?

Saat sedang asik berfacebook ria tiba-tiba saya dibilang tidak Log In. Begini:


Bingung, saya klik tulisan login. Bukan login kembali kedalam facebook tetapi muncul gambar ini:



Lalu saya klik tulisan continue dan muncul gambar ini:



Ternyata facebook hanya meminta untuk mengganti password (kata sandi) saja. Ya sudah akhirnya saya buat password yang baru yang sekiranya mudah diingat tetapi tidak mudah diintip oleh pembajak akun. Setelah saya klik Submit lalu muncul lagi gambar ini:


Facebook juga meminta persetujuan kita apakah kita juga ingin mengubah password email login? Saya pilih tidak karena email adalah hal yang rahasia. Lalu saya klik tulisan Log In. Ternyata tidak sampai disitu. Facebook meminta kita untuk klarifikasi email kita sebelum benar-benar bisa menjalankan akun facebook.

Setelah klik tulisan Continue, maka muncul gambar ini:

Saya memilih tidak mengisinya supaya saya bisa Log In dimanapun saya berada sehingga saya klik Don't Save. Dan setelah itu facebook saya kembali normal.

Thursday, May 31, 2012

Mau tulis status di facebook via apa?

     (https://apps.facebook.com/ikandaaaffacda/)

     Semenjak facebook mendunia, banyak diantara pengguna yang merasa bosan dengan isi facebook yang terkesan monoton. Monoton artinya hanya mengomentari foto, video, note, tautan, atau status teman. Lalu berangsur facebook dapat diakses melalui telepon genggam. Jika membuat status melalui telepon genggam maka status itu akan terbaca via mobile. Inilah yang membangkitkan gairah para pembosan facebook itu. Pengguna facebook yang bosan ini rata-rata orang yang bergerak di bidang teknologi informasi, para pendisain situs sampai pehobby utak-atik bahasa program.
     Lalu pada tahun 2009 seorang pengguna facebook membuat status via Telepon Umum. Kok bisa? Ternyata itu adalah aplikasi yang diterapkan ke facebook. Penasaran saya dengan aplikasi tersebut lalu saya kontak pembuatnya. Dia adalah Bayu seorang mahasiswa program IT dari Universitas Gunadarma. Setelah terjalin komunikasi akhirnya saya bertanya bagaimana caranya membuat aplikasi seperti itu. Dengan ramah Bayu menjelaskan panjang lebar sampai mempersilahkan saya untuk utak-atik program php yang dikirimkan kepada saya. Sampai jumpalitan pun saya tidak mengerti bagaimana harus memulainya karena saya tidak paham bahasa program. Akhirnya saya menyerah dan lebih baik menggunakan aplikasi buatan Bayu, via Telepon Umum meskipun Bayu tetap memberi saya semangat untuk mempelajarinya. Lalu saya mulai mencari-cari buku atau apa pun tentang bahasa program.


     Suatu saat saya terkagum-kagum melihat status facebook teman saya via Pintu Neraka Jahanam, Bawah Laut, Rumah Pak RT dan sebagainya. Kebetulan teman saya sedang mampir ke rumah. Lalu dia kasih cara membuatnya yang diambil dari situs Kaskus. Penyedia sarana itu adalah situs hancurdotcom. Saya minta teman saya membuatkan aplikasi untuk saya, via kandang Megumi Guguk. Karena aplikasi itu dibuat dengan akun teman saya maka saya tidak bisa utak-atik.
     Penasaran, akhirnya saya kembali mencoba membuat aplikasi status updater. Ternyata mudah! Saya tinggal masukkan kode-kode yang diberikan oleh situs penyedia server dengan copy paste. Saking senangnya, saya langsung membuat beberapa aplikasi. Dan juga saya memilih beberapa orang teman yang saya percaya untuk menjadi admin.Tetapi saya tidak hanya membuat aplikasi belaka. Hanya ingin aplikasi itu juga berisi tentang informasi sehingga pengguna dan pengunjung tidak bosan terutama yang tidak mau menggunakan aplikasi saya.
     Lalu tiba-tiba kebijakan facebook mengharuskan semua aplikasi harus migrasi alias pindah menjadi fans page. Saya ikuti semua kebijakan itu. Facebook menjanjikan bahwa data-data didalam page akan dikembalikan dalam waktu 7 hari setelah page dipindah. Saya merasa lega sekaligus khawatir.
     Kekhawatiran saya terbukti setelah menunggu 7 hari ternyata semua data tidak kembali. Bersabar, saya menunggu sampai seminggu, dua minggu, sebulan, dan akhirnya saya pasrah harus menerima kenyataan jika facebook tidak mengembalikan semua data didalam page aplikasi saya. Juga semua aplikasi harus melalui partner facebook yaitu herokudotcom. Selain itu saya harus terima kenyataan bahwa ternyata aplikasi tidak berjalan sehingga saya hanya diwariskan fans page kosong. 
     Geram, gemas, emosi meluap. Terlebih saat saya coba minta bantuan developer dari hancurdotcom yang ternyata mereka pun pasrah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Kemarahan saya bukan tanpa alasan sebab di semua page aplikasi itu saya simpan informasi dan data-data yang saya kumpulkan tidak hanya sehari dua hari tetapi sampai berbulan-bulan. Juga bukan hanya saya ambil dari internet tetapi banyak yang diambil dari diktat saya sendiri. Itu semua saya buat sebagai sarana edukasi selain berbagi bersama teman-teman atau pengguna facebook. Dan juga bukan hanya iseng saja saya membuat judul aplikasi tetapi karena memang ada keinginan bagi saya untuk berbagi informasi sesuai dengan judul aplikasi itu.
     Dalam kepasrahan itu saya lihat seseorang membuat status melalui Blackberry sementara saya tahu betul bahwa orang itu tidak punya Blackberry. Kebetulan orang itu teman saya dan sering mampir juga ke rumah. Bercanda, saya tanya nomor pin BB nya. Dia cengengesan lalu melalui telepon genggamnya yang berbasis Android dia buka sebuah situs tentang aplikasi untuk menulis status via Blackberry. Dari sinilah kemudian saya mulai bersemangat lagi untuk utak-atik kembali fans page dan application page saya.
     Akhirnya setelah beberapa saat saya mencoba, semua aplikasi yang saya buat bisa berjalan kembali. Namun untuk mengisi data di fans page perlu waktu bagi saya. Yang penting aplikasi saya sudah berjalan normal. Sayangnya tidak bisa diakses melalui telepon pintar blackberry. Hanya bisa diakses dengan komputer personal atau komputer jinjing atau telepon pintar berbasis Android dengan browser yang mendukung tampilan Desktop seperti Skyfire. Bagi yang ingin mengunjungi fans page dan aplikasi membuat status buatan saya dipersilahkan.

1. Ujung Genteng
 (status updater via Androk)
https://www.facebook.com/pages/Ujung-Genteng/350054235021045

2Kandang singa
https://www.facebook.com/pages/Kandang-singa/200174703408988

3Kandang Buaya GILA
https://www.facebook.com/pages/Kandang-Buaya-GILA/213569648727115

4Fesbukan di loteng
https://www.facebook.com/pages/Fesbukan-di-loteng/313252802048671

5. Kandang Buaya Ompong
https://www.facebook.com/pages/Kandang-Buaya-Ompong/203583459733552

6. Peternakan Gajah
https://www.facebook.com/pages/Peternakan-Gajah/168726219894090

7. Lovable Cat
https://www.facebook.com/pages/Lovable-Cat/321046674584164

8. Kolong lemari
https://www.facebook.com/pages/Kolong-lemari/337665776245662

9. Tempat tersembunyi
https://www.facebook.com/pages/Tempat-tersembunyi/316641791702178

10. Rumah ULAR
https://www.facebook.com/pages/Rumah-ULAR/265675246828644

11. Perpustakaan Pribadi
https://www.facebook.com/pages/Perpustakaan-Pribadi/320914807930273

12. Planet Satwa
https://www.facebook.com/pages/Planet-Satwa/268291363232422

13Pu un kelapa
https://apps.facebook.com/iopinieafddbff

14. Opini Sayah
https://apps.facebook.com/iopinieafddbff

Friday, March 23, 2012

Video kucing tertua




Video ini dibuat pada tahun 1894 dengan judul "The Boxing Cat". Video ini merupakan produksi pertama dari Thomas Edison's Black Maria movie studio.
Ini namanya mengadu kucing...

Wednesday, March 7, 2012

Orang utan dan deritanya

Pada tahun 2011, masyarakat Indonesia dan dunia dikejutkan dengan berita pembantaian ratusan ekor orang utan. Satwa primata ini menjadi korban dari semakin menyempitnya hutan tempat mereka hidup. Banyak sudah hutan yang menjadi perkebunan kelapa sawit yang ironisnya perusahaan kelapa sawit tersebut bukan milik Indonesia tetapi milik asing. Hampir semua pemerhati satwa baik di Indonesia maupun dunia mengecam dan mengutuk pembantaian orang utan. Terlebih satwa orang utan adalah satwa dilindungi pemerintah Indonesia. 
Beberapa orang sudah ditangkap dan diproses hukum karena terbukti melakukan pembantaian. Masihkah kita percaya kepada hukum buatan manusia?

Hanya berbagi. Foto-foto dari slide show ini diunduh dari internet. Lalu diedit dan musik oleh Dan Gibson, You Are So Beautiful.
(Untuk melihat slide video ini silahkan klik judul)





Tuesday, February 28, 2012

Dengan apa ular melihat?


Dari Komunitas

Dengan Apa Ular Melihat?

Agheelz

Selasa, 28 Februari 2012

Arby dan Mamih Agil/ Foto-foto: Dok.Arby dan Mamih Agil/ Foto-foto: Dok.Siang itu udara panas dan lembab. Pertanda hujan akan turun. Tetapi di daerah Jatipadang, Jakarta dimana para pemulung tinggal, suasana terlihat sedikit berbeda.
Sampah-sampah sudah disingkirkan, musholla sekaligus 'kelas' sudah dibersihkan. Hari Minggu 26 Februari 2012 itu 'sekolah' mereka yaitu 'SAUNGELMU' akan menerima kedatangan para sahabat yang akan memberikan pengetahuan tentang satwa reptil.
Saat Deric Education dan Planet Satwa datang, mereka dengan antusias langsung mendekat dan rasa keingintahuan mereka semakin besar terutama karena Deric Education juga membawa serta beberapa jenis ular.
Dan karena suasana yang panas akhirnya diputuskan untuk memberikan materi di luar kelas. Selain itu juga banyak para ibu dan bapak yang ikut melihat.
Antusias di 'Saungelmu'Antusias di 'Saungelmu'Saatnya mulai memberikan edukasi. Kotak-kotak berisi ular sudah berjajar rapi. Materi pengenalan reptil diberikan oleh Arby dan Eri dari Deric Education. Suasana tambah meriah saat Mamih Agil dari Planet Satwa ikut mendampingi Deric Education memberikan materi. Dengan gayanya yang khas, Mamih Agil ikut menanggapi materi yang diberikan seperti ikut bertanya kepada pemateri.
Maklum saja karena peserta anak-anak dan para orang tuanya belum mengerti bahasa yang menurut mereka aneh seperti akuatik, habitat dan lain sebagainya, sehingga Mamih Agil pura-pura bertanya: apa itu akuatik, apa itu habitat?
Bams mengajak anak-anak bernyanyiBams mengajak anak-anak bernyanyiKemudian Deric Education juga memperlihatkan contoh jika ular itu tidak takut garam dengan cara menaburkan garam dan mengeluarkan ular dari jenisLycodon sp. Menurut Teguh Prasetyo Budi, salah seorang pendiri Deric Education, ularLycodon sp. itu adalah ular yang paling sering dijumpai di rumah-rumah atau bangunan sehingga wajar saja jika menggunakan contoh ular itu.
Saat Eri mengeluarkan ular jenis piton, anak-anak langsung mundur. Sebagian bilang takut dan sebagian lagi merasa geli. Tetapi Eri dan Fahmi mengajak anak-anak itu untuk menyentuh kulit ular, merasakan tubuh ular. Mereka baru tahu kalau ular itu tidak licin seperti belut. Anak-anak yang tadinya takut, perlahan mulai memberanikan diri untuk menyentuh tubuh ular meskipun hanya beberapa detik.
Membagikan suvenirMembagikan suvenirLalu Bams mengeluarkan boneka ular untuk memberi contoh penciuman ular. Sebelumnya Arby bertanya: "Ular melihat dengan apa?" dan serentak anak-anak itu menjawab: "Mata....." lalu tertawa. Wajar kalau anak-anak itu bilang mata karena selama ini mereka hanya tahu kalau 'melihat' itu dengan mata. Dan mereka tidak tahu kalau umumnya ular tidak melihat dengan mata tetapi dengan 'merasakan' kehadiran makhluk lain dengan bantuan lidah mereka. Untuk itulah boneka ular dikeluarkan.
Selain ular, Deric Education juga membawa reptil lain diantaranya biawak, kadal dan buaya. Dan anak-anak itupun menyentuh dan membedakan antara kulit ular, kadal, biawak dan buaya.
Dan banjir pun datang...Dan banjir pun datang...Akhirnya, hujan turun dengan derasnya diiringi kilat menggelegar. Seorang anak menangis karena takut suara kilat, bukan karena takut ular. Meskipun demikian, anak-anak tetap bersemangat mengikuti semua yang disampaikan terlebih saat giliran Bams yang mengajak anak-anak bernyanyi tentang ular. Suasana tambah 'hangat' karena selain bernyanyi mereka juga ikut menggerakan tangan mengikuti lirik lagu. Akhirnya materi semua selesai disampaikan. Terakhir mereka mendapatkan bingkisan dari Planet Satwa berupa peralatan mandi seperti sabun dan pasta gigi.
Tidak lama kemudian air naik dan mulai menggenangi tempat dimana anak-anak tadi belajar tentang reptil. Bergegas mereka membubarkan diri dan tinggallah Deric Education dibantu Probo dari komunitas BCC (Bekasi Cold Blooded) yang mengamankan kotak-kotak tempat ular dari air yang semakin meninggi.